Minggu, 15 Februari 2015

Bersatunya Jerman



    Jerman adalah salah satu negara yang paling maju dan kuat di Eropa pada abad ke-19 dibawah kepemimpinan Bismarck. Jerman dibangun menjadi negara industry yang besar di kawasan Eropa Timur dan sekaligus dijadikan negara militer yang mendorong timbulnya Perang Dunia I. Dalam perang ini, Jerman diserbu oleh tentara sekutu. Akibatnya, Jerman menjadi hancur. Dalam kondisi yang buruk akibat perang, muncul salah seorang tokoh, yaitu Adolf Hitler yang ingin membangun kembali negaranya. Dengan paham Nazinya, Hitler mengajarkan paham Ultranasionalis kepada rakyatnya. Ia mengatakan bahwa Jerman adalah bangsa yang agung dan ditakdirkan untuk memimpin dunia. Dibawah Hitler hampir seluruh daratan Eropa dapat dikuasainya, kecuali Inggris. Melihat hal ini, Amerika Serikat segera membantu sekutu-sekutunya mengempur Jerman. Dalam Perang Dunia II, Jerman harus mengakui keunggulan tentara Sekutu yang berada dibawah komando Amerika Serikat.
    Akibat dari kekalahan Jerman dalam PD II, maka konsekuensinya adalah Jerman diduduki oleh tentara Sekutu yang terdiri atas Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan Uni Soviet. Pada tahun 1948, terjadi perselisihan antara Uni Soviet dengan tiga negara Sekutu tentang masa depan Jerman. Perselisihan ini mengakibatkan Jeman dibagi dua, yaitu Jerman Barat dan Jeman Timur. Jerman Barat dengan ibukota di Bonn berdiri pada tanggal 23 Mei 1949. Jerman Timur dengan Ibukota Berlin, berdiri pada tanggal 7 Oktober 1949. Jerman Barat berdiri dibawah pengaruh AS, Inggris dan Prancis. Negara ini mengembangkan kehidupan demokrasi dalam menata bidang politik dan ekonominya. Sedangkan, Jerman Timur di bawah pengaruh Uni Soviet dengan ideology Komunis. Dibawah kekuasaan Partai Komunis, penduduk Jerman Timur tidak dapat menikmati kehidupan yang bebas. Mereka di bawah tekanan Partai Komunis yang berkuasa di bidsang politik, ekonomi, sosial dan budaya. Oelh karena itu, banyak penduduk Jerman Timur yang berusaha lari ke Jerman Barat untuk mencari kebebasan dan kehidupan yang lebih baik.
    Melihat kondisi yang demikian ini, Walter Ulbrich ketua Partai Persatuan Sosialis (Komunis) yang tampil sebagai dictator jerman Timur berusaha menghentikan pelarian ke Jerman Barat dengan membangun tembok Berlin yang tingginya 4 meter sepanjang perbatasan kedua Jerman. Meskipun telah dibangun sebuah tembok (Berlin), namun masih banyak warga Jerman Timur mencoba menyebrang untuk memperoleh kehidupan yang lebih merdeka. Para pelarian itu tidak sedikit yang tewas dalam usaha penyebrangaan. Sebab-sebab kematiannya karena sengatan aliran listrik ataupun tembakan petugas.
    Mengapa rakyat Jerman Timur banyak melarikan diri ke Jerman Barat walaupun di antara mereka banyak yang mebjadi korban? Hal itu menunjukan bahwa mereka hidup menderita. Mereka juga menginginkan Jerman bersatu kembali.
    Bersatunya Jerman tidak bisa dilepaskan dari pembaruan yang dilakukan Presiden Mikhail Gorbachev. Pembaruan Milkhail Gorbachev menyebabkan Uni Soviet menjadi hancur yang berarti hancurnya pula kekuatan komunis di Uni Soviet. Kebijaksanaan (konsep) Gorbachev tersebut, mempunyai pengaruh yang besar terhadap negara-negara komunis yang memang sudah lam merindukan adanya keterbukaan dalam berbagai bidang kehidupan. Salah satunya adalah rakyat Jerman Timur yang menghendaki bersatunya Jerman kembali. Usaha itu dimulai pada tanggal 1 juli 1990 dengan digunakannya mata uang Jerman Barat secara resmi menjadi alat pembayaran yang sah di Jerman Timur. Parlemen Jerman Timur dalam sidangnya dalam bulan Agustus 1990 menyetujui penggabungan Jerman, maka Presiden Gorbachev menyetujuinya.
    Mundurnya Erich Honecker pada tanggal 8 Oktober 1989 dan digantikan oleh tokoh yang moderat yaitu Egon Krenz, lebih memberikan angin segar bagi Jerman untuk bersatu kembali. Egon Krenz memerintah dibukanya Tembak Berlin sebagai lambing pemisah kedua Jerman. Akhirnya, peristiwa yang sangat besejarah pun terjadi bagi rakyat Jerman. Pada tanggal 3 Oktober 1990, Jerman Barat dan Jerman Timur secara resmi bersatu dan diperingati sebagai Hari Penyatuan Jerman. Penyatuan Jerman tertuang dalam Perjanjian Dua Plus Empat, yaitu dua untuk RFJ (Republik Federal Jerman) dan RDJ (Republik Demokrasi Jerman), sedangkan empat untuk AS, Inggris, Prancis dan Rusia. Tanggal tersebut dipilih sebagai saat reunifikasi karena bertepatan dengan pecahnya Jerman 40 tahun yang lalu.
    Masalah yang timbul setelah Jerman bersatu adalah kesenjangan ekonomi antara kedua Jerman. Perekonomian Jerman Barat sudah sangat maju dengan hasil Industrinya, sementara perekonomian Jerman Timur sangat lamban, inflasi tinggi, dan banyaknya pengangguran. Selain itu, timbul kekhawatiran negara lain akan bangkitnya kekuatan Jerman seperti pada masa lalu. Untuk itu, perlu dilakukan pembatasan dalam hal senjata nuklir, biologi dan kimia. Selain itu, disepakati Jerman harus masuk NATO agar mudah diawasi.

Runtuhnya Uni Soviet

    Sejarah Uni Soviet dimulai dengan runtuhnya kekuasaan Tsar. Pemerintahan Tsar hancur karena kehabisan tenaga, korupsi dan kekurangan dukungan pada Perangg Dunia I. pada tahun 1917, Rusia mengalami dua kali revolusi. Revolusi pertama berhasil menurunkan Tsar Nicholas II dari tahta. Pemerintahan sementara segera dibentuk. Pada saat itu, Lenin sebagai pemimpin kelompok Bolshevik (berarti mayoritas) masih berada di Swiss, karena bantuan Jerman, maka Lenin dapat segera pulang ke Rusia.
    Lenin memerintahkan pengikutnya untuk tidak mengakui Pemerintahan sementara. Setelah merasa memperoleh dukungan mayoritas, Lenin memutuskan untuk merebut kekuasaan. Pada tanggal 7 November (25 Oktober menurut kalender kuno) 1917, kelompok Bolshevik mengambil alih kekuasaan. Inilah revolusi kedua (Revolusi Bolshevik). Lenin membentuk pemerintahan baru. Kabinetnya disebut Komisariat Rakyat Soviet. Ketuanya adalah Lenin dan komisaris urusan luar negeri dipegang oleh Leon Trotsky.
    Lenin berusaha membawa Rusia untuk keluar dari suasana perang. Ia memperkenalkan kebijaksanaan Ekonomi Baru (New Economi Policy-NEP) pada tahun 1921. Lenin menggunakan NEP dengan tujuan sebagai langkah mundur sementara untuk menuju komunisme. Namun, sebelum dapat melaksanakan program ekonominya, ia sudah meninggal dunia.
    Periode setelah Lenin adalah Stalin. Stalin mengalami Perang Dunia II dan Perang Dingin. Rusia merupakan salah satu negara pemenang dalam Perang Dunia II. Oleh karena itu, Rusia berhasil memperoleh kembali wilayahnya yang hilang pada Perang Dunia I. wilayah-wilayah tersebut antara lain Polandia Timur, Bessarabia, dan tiga negara Laut Baltik. Stalin menyatukan wilayah-wilayah tersebut menjadi bagian dari Uni Soviet.
    Uni Soviet memiliki 15 negara bagian. Negara-negara bagian itu adalah Rusia (Soviet), Armenia, Azerbaijan, Belarusia, Estonia, Georgia, Kazakhstan, Kirgiztan, Latvia, Lithuania, Moldavia, Tajikistan, Turkmenistan, Ukraina dan Uzbekistan. Kelima belas negara bagian itu berbentuk republic. Masing-masing negara bagian mewakili satu kelompok suku bangsa mayoritas.
Kekuasaan Stalin berakhir pada saat kematiannya. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 6 Maret 1953. Pengganti Stalin adalah Nikita Khrushcev. Pada tahun 1964, Khrushcev diganti oleh Leonid Brezhnev. Kekuasaan Brezhnev berakhir dengan terpilihnya Mikhail Sergeyavich Gorbachev sebagai Sekretariat Jenderal Partai Komunis pada tahun 1985.

a. Latar Belakang keruntuhan Uni Soviet
    USSR (United of Soviet Socialist Republics) adalah salah satu negara adikuasa yang memiliki wilayah terluas di dunia. Kehidupan rakyatnya ditandai dengan kehidupan yang keras. Mereka lebih mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan pribadi, sehingga jiwa manusia kurang berharga. Pembunuhan dianggap hal biasa jika hal itu dirasa merugikan kehidupan Partai Komunis. Adapun tokoh-tokoh komunis yang terkemuka di Uni Soviet adalah Vladimir Lenin, Josef Stalin, Nikita Khrushcev dan Leon Trotsky.
    Tanda-tanda runtuhnya Uni Soviet sebenarnya sudah terlihat sejak pemerintahan Presiden Khrushcev. Khrushcev memberikan kebebasan yang terbatas baik dalam bidang politik, sosial, ekonomi dan budaya kepada rakyatnya. Hai ini mendorong rakyat Uni Soviet untuk mengubah kehidupannya dalam segala bidang yang selama ini dibelenggu kekuasaan komunis yang ketat.
Beberapa sebab runtuhnya Uni Soviet sebagai berikut.

1. Sifat Totaliter
    Pada saat berdirinya Uni Soviet merupakan negara totaliter proletariat. Pemerintahan dijalankan secara dictator, sehingga rakyat hidup dalam suasana ketakutan. Akibatnya, muncul kaum opportunis (pengjilat) untuk menyenangkan penguasa, sehingga  menghambat kemajuan bangsa. Dalam menjalankan pemerintahan dibantu oleh KGB (polisi rahasia) yang sangat kejam.

2. Kemunduran Ekonomi
    Perekonomian Uni Soviet menganut sistem sosialisme dan dikelola secara sentralistik. Segalanya diputuskan oleh pemerintah pusat, dari produksi, harga, sampai distribusi barang. Akibatnya, perekonomian sulit berkembang bahkan mengalami stagnasi.

3.Bubarnya Pakta Warsawa
    Sejak April 1991, Uni Soviet membubarkan Pakta Warsawa. Dengan demikian, Uni Soviet hampir tidak memiliki kekuatan lagi. Hal ini dimanfaatkan oleh negara-negara bagian untuk memisahkan diri.

4. Komunisme sebagai Doktrin
    Tiap-tiap orang menyumbangkan tenaganya kepada negara sesuai kemampuannya, dan tiap-tiap orang akan menerima sesuai kebutuhannya. Hal ini tidak sesuai dengan sifat manusia, yang masing-masing berbuat dengan kemampuannya dan hasilnya digunakan sendiri secara bebas.

5. Banyaknya Etnis
    Uni Soviet terdiri atas 15 republik yang bergabung. Kekuasaan pemerintah pusat yang lemah karena situasinya berubah, menyebabkan negara-negara kecil dengan etnis yang bermacam-macam berusaha melepaskan diri. Negara-negara bagian yang terutama berusaha melepaskan diri adalah negara yang letaknya agak jauh dari Moskow.

6. Teknologi Informasi
    Berkembangnya teknologi elektronika berupa radio dan televise menyebabkan rakyat Uni Soviet merasa ketinggalan dengan melihat kemajuan di luar negeri. Rakyat menginginkan hak yang diperoleh sesuai dengan negara yang telah bebas.

7.Lahirnya Generasi Baru
    Generasi baru menganggap generasi tua mulai tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Mereka menginginkan perubahan dan pembaruan. Totaliter, komunisme, dan sentralisasi pemerintahan dirasakan tidak sesuai lagi. Tokoh-tokoh pembaruannya yaitu, Mikhail Gorbachev dan Boris Yeltsin. Mereka berasal dari Rusia.

b. Gerakan Pembaruan di Uni Soviet
    Dalam perkembangan berikutnya, muncullah suatu gerakan pembaruan di Uni Soviet. Gerakan pembaruan tersebut menghendaki dihapusnya paham komunis. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Mikhail Gorbachev sebagai pemimpin tertinggi Partai Komunis. Pada tanggal 11 Maret 1985 menandai berakhirnya suatu suksesi, Mikhail Gorbachev terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Soviet (PKUS). Hal ini sekaligus membuka lembaran baru bagi rakyat Uni Soviet untuk mengadakan suatu pembaruan diberbagai kehidupan.
Berbeda dengan para pemimpin Uni Soviet terdahulu, Mikhail Gorbachev bukanlah orang yang absolutis dan dictator. Namun, ia penuh keterbukaan. Pada awal kepemimpinannya, Gorbachev dihadapkan pada situasi didalam negari dan hubungan Uni Soviet dengan luar negeri yang buruk.

1. Situasi Dalam Negeri
    Pada saat itu, situasi di Uni Soviet sebagai berikut.
a. Produktivitas menurun
b. GNP-nya anjlok
c. Birokrasinya sangat berbelit
d. Chernobyl mengalami kebocoran

2. Hubungan Uni Soviet dengan Luar negeri
    Uni Soviet pun sedang mengalami masa-masa yang buruk dan hubungan luar negerinya, yaitu:
1. Masalah Afganistan
2. Masalah Kampuchea
3. Masalah Pakta Warsawa
4. Masalah Tanduk Afrika
5. Masalah Amerika Latin dan
6. Masalah tuntunan penjelasan dari semua negara tentang pencemaran yang ditimbulkan oleh kebocoran reactor nuklir di Chernobyl.

    Masalah-masalah tersebut melatarbelakangi Gorbachev untuk mengadakan perubahan dii Uni Soviet. Ia mencanangkan suatu ide untuk membuka jalan menuju ke arah pembaruan. Ide-ide pembaruan Gorbachev terkenal denggan nama “Perestroika”. Menurut Gorbachev, cakupan Perestroika sangat luas dan memiliki banyak dimensi. Perestroika merupakan sebuah konsep untuk revolusi yang multidimensional untuk memperbaiki semua yang telah hancur di Uni Soviet (restrukturisasi).
    Tujuan Perestroika Gorbachev adalah memulihkan konsep sosialismenya Lenin. Sedangkan, sasaran utamanya adalah menciptakan iklim moral dan spiritual yang baru dalam masyarakat. Pada dasarnya, Perestroika dijalankan dengan dasar “menambah sosialisme dan menambah demokrasi”, baik di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya, pertahanan, dan keamanan.
Perestroika terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut.

1. Glasnost (Keterbukaan)
    Pelaksanaan Glasnost ditandai dengan dihapuskannya sistem penyensoran terhadap media massa, film, tulisan-tulisan, drama, dan kesenian. Tujuan Glasnost sebagai berikut:
a. Mencoba memulihkan kepercayaan rakyat
     Rakyat Uni Soviet bersikap apatis dan sinis terhadap keadaan negerinya. Sikap ini dilatarbelakangi dengan penindasan pemerintah terhadap rakyat selama tujuh decade. Dengan pelaksanaan Perestroika (khususnya Unsur Glasnost), pemerintah berusaha memperbaiki citranya.

b.Menjadikan rakyat sebagai unsur check dan balance
     Tujuan ini berisiko tetapi sangat diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang lebih memerhatikan pemerintah dan kebijaksanaan-kebijaksaannya. Oleh karena itu, muncullah kebebasan media massa untuk memuat segala macam tulisan yang selama ini tidak boleh dimuat.

Berikut ini merupakan contoh-contoh pelaksanaan Glasnost diberbagai bidang.
a. Dalam bidang politik : rakyat diberi kebebasan untuk mengkritik terhadap kebijakan pemerintah yang 
    dianggap salah, juga boleh menyuarakan pendapat secara bebas
b. Dalam bidang ekonomi : rakyat diberi kebebasan untuk berusaha dalam meningkatkan kehidupannya,
    hak kepemilikan setuatu telah diakui, dan perusahaan swasta diperbolehkan berdiri
c. Dalam bidang sosial budaya : yaitu adanya jaminan kebebasan beragama, individu boleh menertibkan
    surat kabar. Media massa telah bergeser dari budaya rahasia menjadi budaya terbuka, dan lain-lain

2. Democratizatsiya
     Democratizatsiya adalah demokratisasi di segala bidang (terutama politik) dalam kehidupan di Uni Soviet. Sejak Revolusi Bolshevik 1917, sistem politik Uni Soviet bersifat monolitik. Namun, dengan adanya Perestroika (unsur Democratizatsiya), rakyat Uni Soviet bakal memilih wakil-wakilnya secara bebas untuk duduk di dalam Kongres Perwakilan Rakyat Uni Soviet

3. Rule of law
      Artinya adalah ditegakkannya pembangunan negara sosialis berdasarkan hukum yang berlaku. Hak pribadi, kelompok, maupun hak asasi diakui keberadaannya dan dapat dipergunakan sesuai dengan ketentuannya.
     Contoh restrukturisasi di bidang ekonomi yang dilakukan oleh Presiden Mikhail Gorbachev adalah menata kembali sistem perekonomian yang dirasa sangat menghambat perkembangan ekonomi Uni Soviet dibawah kekuasaan komunis. Adapun lankah-langkah yang diambil sebagai berikut.
a. Sasaran pembaruan pertama ditekankan pada percepatan ekonomi dengan meningkatkan disiplin kerja
    dan investasi dalam bidang mesin berat
b. Daerah diberi wewenang untuk suatu peraturan perusahaan
c. Apabila suatu perusahaan mengalami kebangkrutan, negara akan memberi subsidi operasional.
d. Petani swasta ditempatkan pada kedudukan keuangan yang sederajat dengan pertanian yang dikelola
    oleh negara
e. Negara mengizinkan kepemilikan sawsta secara penuh terhadap pabrik-pabrik berskala kecil
f. Mengizinkan penduduk untuk mempunyai hak milik termasuk mineral, peralatan dan saham.

    Itulah konsep pembaruan yang dilakukan oleh Presiden Mikhail Gorbachev. Namun, konsep ini mengalami kegagalan dan membawa situuasi ekonomi, stabilitas politik dan kehidupan di masyarakat bertambah buruk. Dampak yang paling nyata dari konsep tersebut adalah adanya tuntutan dari negara-negara bagian untuk berdaulat sendiri dan hancurnya komunis di Uni Soviet. Usaha untuk merdeka dari negara-negara bagian didukung dengan kebangkitan nasionalisme etnis. Berbagai pergolakan etnis di republic-republik (negara bagian) Uni Soviet menambah semakin runcingnya perpecahan.
    Selain itu, Perestroika adalah jimat Presiden Mikhail Gorbachev untuk melakukan pembaruan di Uni Soviet. Namun, kebijaksanaan pembaruan Gorbachev menimbulkan pro dan kontra dari berbagai kelompok. Gorbachev mengatakan bahwa kelompok yang mendukungnya adalah golongan generasi muda Soviet, sedangkan kelompok yang kontra adalah golongan lama (tua dan konservatif). Kelompok yang kontra terhadap kebijakan Gorbachev pada puncaknya berusaha melakukan kudeta. Mereka melakukan usaha penggulingan terhadap Gorbachev pada tanggal 19 Agustus 1991. Namun, kudeta ini gagal. Tokoh-tokoh kudeta terhadap Gorbachev antara lain Menteri Pertahanan Dimitri I Yazov, ketua KGB Vlandimir Krychkov, Wapres Gennady Yanayev, dan Presiden Himpunan Fasilitas Komunikasi, Transpormasi, Kontrusi, Industri dan perusahaan negara yaitu Alexander I Tizyakov.
    Setelah kudeta tersebut mengalami kegagalan, Gorbachev berhasil memegang kekuasaan kembali. Gebrakan pertama yang dilakukan Gorbachev adalah pernyataan mengundurkan dirinya dari jabatan Sekretaris Jenderal PKUS (Partai Komunis Uni Soviet). Gebrakan itu disusul dengan sebuah dekrit yang berisi pembubaran PKUS. Mikhail Gorbachev melakukan pembubaran PKUS pada tanggal 24 Agustus 1991. Sebab-sebab pembubaran PKUS adalah tokoh-tokohnya banyak terlibat dalam kudeta.
    Kudeta di Uni Soviet pada tanggal 19 Agustus 1991 dan pembubaran PKUS pada tanggal 24 Agustus 1991 menambah gejala-gejala perpecahan yang sebelumnya sudah terjadi di republik-republik yang terdapat di Uni Soviet. Republic-republik itu bertambah semangat untuk menyatakan kemerdekaannya dan lepas dari kekuasaan Uni Soviet. Sebenarnya masalah perpecahan republic ini sudah terjadi sebelum terjadi kudeta di Uni Soviet.
    Dari kelima belas republic negara bagian Uni Soviet, Georgia adalah negara pertama yang mengeluarkan deklarasi Union Treaty (perjanjian Uni). Georgia mengeluarkan Union Treaty pada tanggal 9 Maret 1990, namun pada tanggal 10 November 1990 akan mengupayakan kemerdekaan penuh. Langkah Georgia diikuti oleh Lithuania. Negara ini berhasil mengeluarkan deklarasi kemerdekaannya, yaitu pada tanggal 11 Maret 1990. Negara-negara bagian yang lain kemudian mengikuti memerdekakan diri (15 Republik) sampai Uni Soviet dinyatakan bubar pada tanggal 31 Desember 1991.
    Dengan dibubarkannya PKUS dapat diartikan bubar juga Uni Soviet karena Partai Komunis dapat disamakan dengan Uni Soviet. Partai inilah yang menciptakan Uni Soviet, dengan merebut kekuasaan di Rusia padaa tahun 1917. Selanjutnya, Rusia berhasil meluaskan republic-republik lain dari bekas kekuasaan Tsar.

Selasa, 30 Desember 2014

Liga Bangsa-Bangsa (League of Nations)



    Liga Bangsa-Bangsa (LBB-League of Nations) didirikan sebagai hasil dari perjanjian Versailes. Setelah  Jerman dan pendukungnya menyerah kepada sekutu pada November 1918 yang menandakan berakhirnya Perang Dunia I. Negara-negara pemenang perang menyelenggarakan konferensi di Paris pada 28 Juni 1919.  Konferensi tersebut dihadiri oleh 70 delegasi yang mewakili 27 negara pemenang.
     Perjanjian Paris yang ditandatangan di Versailles (Perjanjian Versailles) tersebut merupakan kunci bagi terciptanya perdamaian. Para delegasi menaruh harapan yang besar pada konferensi tersebut untuk menciptakan perdamaian dunia. Harapan-harapan tersebut sesuai dengan gagasan Presiden Amerika Serikat, Woodrow Wilson yang telah diucapkan pada 8 Januari 1918. Pada bulan ini, Wilson mengajukan empat belas usulan (Wilson Fourteen Point) yang isinya antara lain sebagai berikut:
1. Diplomasi rahasia tidak diperbolehkan
2. Pengurangan persenjataan
3. Bangsa-bangsa diberikan hak untuk menentukan nasib sendiri
4. Pembentukan Liga Bangsa-Bangsa
    Dari keempat belas usulan tersebut yang dapat terlaksana hanya Liga Bangsa-Bangsa. Sedangkan yang lainnya meskipun disetujui, tetapi tidak ada yang terlaksana. Adapun tujuan Liga Bangsa-Bangsa adalah:
1. Menjamin perdamaian dunia
2. Melenyapkan perang
3. Diplomasi terbuka
4. Mentaati hukum dan perjanjian internasional
    Liga Bangsa-Bangsa (LBB) sebagai sebuah organisasi tingkat dunia terdiri dari badan-badan yang mempunyaitugas dan wewenang yang sesuai dengan yang telah ditetapkan. Badan-badan yang terdapat dalam organisasi LBB diantaranya:

1. Sidang Umum
Sidang dari semua anggota setiap tahun sekali di Jenewa. Tiap negara diwakili oleh 3 orang wakil, tetapi mewakili hanya satu suara. Tugas sidang umum LBB:
a. Merundingkan soal-soal dan memberikan nasehat (tidak mengikat)
b. Membuat rencana keuangan untuk biaya LBB
c. Memilih hakim-hakim untuk mahkamah internasional (di Den Haag)
d. Menerima anggota-anggota baru
e. Menetapkan atau mengubah perjanjian-perjanjian internasional

2. Dewan Keamanan
Keanggotaan Dewan Keamanan terdiri dari 15 orang sebagai wakil dari 15 negara anggota. Wakil-wakil negara-negara besar (anggota tetap) terdiri dari 5 orang wakil yang memiliki hak veto dan 10 orang wakil dari negara-negara anggota tidak tetap. Pergantian anggota tidak tetap dilakukan setiap 3 tahun. Tugas Dewan Keamanan ini adalah sebagai berikut:
a. Menyelesaikan perselisihan-perselisihan internasional
b. Menjaga negara-negara anggota terhadap serangan negara-negara lainnya
c. Pengurangan senjata
d. Membela dan melindungi Liga Bangsa-Bangsa

3. Sekretariat Tetap
Berkedudukan di Jenewa. Tugasnya adalah sebagai berikut
a. Melayani kebutuhan Liga Bangsa-Bangsa
b. Mencatat perjanjian-perjanjian internasional

4. Organisasi-organisasi tambahan
Terdiri atas panitia-panitia mengenai ekonomi, keuangan, teknik, kesehatan, mandate, ilmu pengetahuan dan perhubungan. 

Organisasi-organisasi yang termasuk dalam Liga Bangsa-Bangsa dengan status otonomi di antaranya:
1. ILO (International Labour Organization)
Badan ini mengurus kepentingan perburuhan seperti 8 jam kerja sehari, hak-hak buruh, melarang buruh anak-anak, pengangguran, kerja malam dan lain-lain.

2. Mahkamah International (International Court of Justice)
Berkedudukan di Den Haag dan bertugas memberikan keputusan atas dasar hukum internasional terhadap perselisihan-perselihan internasional.
    Dalam segala hal, sifat Liga Bangsa-Bangsa adalah tidak mengikat atau sukarela, kedaulatan suatu negara tidak boleh dilanggar atau dikurangi. Secara sukarela negara-negara mentaati atau tidak menaati segala keputusan Liga Bangsa-Bangsa tersebut. Misalnya sanksi untuk memaksa ada yaitu boikot, tetapi setiap negara anggota melaksanakannya hanya dengan sukarela. Liga Bangsa-Bangsa menjatuhkan menjatuhkan boikot kepada satu negara, terserah kepada anggota untuk menggunakannya. Hal ini merupakan kelemahan Liga Bangsa-Bangsa, karena jika negara-negara besar dan kuat bersalah, maka negara kecil pada umumnya tidak berani menjalankan keputusan Liga Bangsa-Bangsa, dan mereka tetap diam di belakang kedok sukarela. Oleh karena itulah, Liga Bangsa-Bangsa mengalami kegagalan dalam menjalankan tugasnya.

Sementara itu, selama perkembangan Liga Bangsa-Bangsa telah diselenggarakan beberapa perjanjian perdamaian diantaranya:
1. Prokotol Jenewa (1924)
Perdana menteri James Ramsay MacDonald (Inggris) dan Eduard Herriot (Perancis) menciptakan protocol Jenewa 1924 untuk memaksa anggota-anggota LBB menaati seluruh keputusan dari lembaga itu, dan jika perlu dengan melalui perang. Pemerintah Perancis dan negara-negara kecil menerima, sedangkan pemerintah negara-negara besar menolak. Oleh karena itu, Protokol Jenewa mengalami kegagalan karena tidak didukung oleh negara-negara besar.

2. Perjanjian Locarno (1925)
Dalam perjanjian ini Jerman berjanji kepada semua bekas lawannya dalam Perang Dunia I, agar:
a. Tidak akan menuntut daerahnya yang terletak di sebelah barat Sungai Rhijn yang dikuasai oleh
    Perancis dan Belgia
b. Tidak akan menjalankan agresi atau ekspansi lagi
c. Jerman menjadi anggota LBB pada tahun 1926
d. Semua perselisihan harus diselesaikan dengan damai
e. Daerah Ruhr yang diduduki oleh Perancis sejak tahun 1923 dikembalikan kepada Jerman

3. Perjanjian Perdamaian Kellogg-Briand (Perjanjian Perdamaian Paris)
Frank Billing Kellogg seorang diplomat Amerika dan Menteri Luar Negeri Perancis Aristade Briand tahun 1928. Amerika Serikat sebagai pencipta LBB tidak mau menjadi anggota, karena ingin taat dengan politik isolasi dari Monroe Doctrine. Dengan demikian, LBB kehilangan tiang yang penting dan akhirnya menjadi sebuah lembaga yang sangat lemah. Akan tetapi Amerika Serikat ikut serta mengusahakan perdamaian pada Perjanjian Perdamaian Kellogg-Briand (1928). Dalam perjanjian ini 50 negara berjanji untuk menyelesaikan segala perselisihan dengan jalan damai.

Beberapa hasil yang telah dapat dicapai oleh LBB diantaranya:
1. Soal Kepulauan Aland
Kepulauan Aland merupakan daerah Finlandia, tetapi penduduknya sebagian besar bangsa Swedia yang ingin menggabungkan diri dengan negara Swedia. Aland tetap daerah Finlandia dengan status otonomi

2. Soal Wilna
Wilna merupakan ibu kota Lithuania. Tahun 1918 Wilna direbut oleh Rusia. Lithuania bersama-sama dengan Polandia berusaha untuk mengusir Rusia. Rusia berhasil diusir sampai keluar kota Wilna, tetapi Polandia mendudukinya dan tidak mau melepaskannya. Lithuania protes kepada LBB, tetapi LBB tidak dapat menyelesaikannya. Soal ini merupakan kegagalan LBB yang pertama, karena tidak berani bertindak tegas kepada Polandia.

3. Soal Mosul
Didalam menentukan batas antara Turki dengan Mesopotamia, timbul perselisihan paham antara Turki dengan Inggris (setelah Perang Dunia I, Mesopotamia menjadi mandate Inggris). Turki menginginkan Mosul menjadi daerahnya, tetapi Inggris menjadikan Mosul sebagai daerah mandatnya. Meskipun penduduk Mosul ingin masuk Turki, tetapi LBB memberikan Mosul kepada Inggris. Hal ini juga merupakan bukti bahwa kedudukan LBB mulai menjadi alat dari negara-negara besar.

4. Soal Manchuria
Manchuria merupakan daerah China yang diduduki oleh Jepang pada tahun 1931 dengan alasan menegakkan keamanan dan ketertiban akibat kekacauan yang ditimbulkan oleh bandit-bandit China. Jepang menjadikan Manchuria sebagai daerah merdeka dibawah pemerintahan Kaisar Pu-Yi. China protes dan LBB memerintahkan agar Jepang mengembalikan Manchuria kepada China. Jepanag menolak dan keluar dari LBB tahun 1933. LBB juga tidak dapat berbuat apa-apa, sehingga hal ini juga merupakan kelemahan dari lembaga itu.

5. Soal Abessynia (Ethiopia)
Abessynia sebagai anggota LBB yang diserbu oleh Italia tahun 1935. Kaisar Haile Selassi dari Abessynia protes di depan LBB. Badan ini menetapkan Italia sebagai aggressor dan menjatuhkan sangsi-sangsi ekonomi kepada Italia. Italia tidak mempedulikannya dan keluar dari LBB tahun 1937. Juga lembaga ini tidak berbuat apa-apa dan merupakan bukti dari kelemahannya.

    Dengan kenyataan seperti itu, LBB tidak dapat bertahan lama dan LBB ini berakhir setelah munculnya Perang Dunia II. Sebab-sebab hancurnya lembaga ini dapat dirinci sebagai berikut:
1. Tidak adanya peraturan-peraturan yang mengikat dan semuanya dilakukan secara sukarela,
2. Tidak mempunyai alat kekuasaan yang nyata untuk menindak setiap negara yang melanggar
3. Terlalu lemah terhadap negara-negara besar
4. Adanya pergeseran tujuan, dari masalah perdamaian ke masalah politik
    Karena ketidakberhasilannya dalam melaksanakan tugasnya, maka pada tahun 1945 LBB diganti menjadi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations Organization (UNO) pada tanggal 24 Oktober 1945 di San Fransisco, Amerika Serikat.

Sumber :
Buku Paket Sejarah Erlangga kelas XII IPA




 

Blogger news

Blogroll

About